Senin, 29 September 2014

Kita, merpati

Aku ingin kita tak sebatas ini. Aku tak sekedar bahagia tapi sudah berada di tempat nyaman, di ranting tempat singgah terakhir untuk kita sebelum akhirnya terbang. Sudah berapa kali kita menjelma menjadi merpati saat berpapasan. Saat itu juga semua terbuka, dan lebah pemetik senyum datang menari.
Tahukah kamu selalu jadi pemeran utama dalam setiap bayangan pikir aku.
Aktor yang beda dunia. Ah benar saja, takkan terjadi. Kadang aku merasa aku hidup dalam pikiranku. Lebih indah rasanya.

Mendekatlah kamu rasa. Acuh lebih kepada bulan sabit ini.
Dan kamu akan tahu maksudnya.

Kamu dapat menghitung 1000 hujan sejak awal kita menjadi merpati.
Kukira dalam waktu dekat, itu akan terjadi? Tapi........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ucapan anda adalah cermin perilaku anda.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.