Tebal telinga kau akan alasan meski kaki telah berlari, tak hirau lagi perut bernyanyi.
Apa lah mau dibilang, pun beo haus kemana-mana. Haus sensasi tak kunjung siap di ujung telinga mendengar.
Sabar, karna jadi sempurna sulit mengena.
Ingin mengutuk pada batas nol di seberang yang jauh dari angka sempurna.
Laknat!
Laknat!
Tua tapi calak!
Calak membengis pada hati beku dan mulut lancang, ya kau.
Susah kata fuad 'nak buat senyum pada kau sang tua, pembual bisa.
Laknat!
Laknat!
Tua tapi calak!
Calak membengis pada hati beku dan mulut lancang, ya kau.
Susah kata fuad 'nak buat senyum pada kau sang tua, pembual bisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ucapan anda adalah cermin perilaku anda.
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.