Rabu, 16 April 2014

Peluang Jenjam

Puisi: 3 Hari Mengapresiasi Sastra
PELUANG JENJAM

Visual pagi
menelanjangi pelupuk mata batin yang lusuh
Seiring lebah menyelam di langit merah
Gelombang dan langit pun sama
kelihatan merah dan marah
Memuntahkan waktu di bibir dua sisi menipu
Arahku kusut terengah

Pengantar pesan maut menjeru,
pengarah bayang-bayang satu meter meniru
pada cahaya temaram dipeluk malam usai
disalahpahami oleh dinding-dinding pengiri
menggulung adil hingga lenyai
dan menggrogoti jari-jari di depan yang terjangkang

Peluang jenjam 'kan mengada
absennya tekanan memburu tampang punca punat
mengetuk jendela keharmonisan

Tatkala ku mengaum pada negeri ini
Cih,
jejak pengantar tertusuk duri
Jangan menghunuskan duri pada puaka
Biar, bakar hingga kering
Tenang pun terlahir dalam doa
Biarkan doa itu berteriak ke angkasa

Yohane Novelia
15 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ucapan anda adalah cermin perilaku anda.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.