Puisi: 3 Hari Mengapresiasi Sastra
PELUANG JENJAM
Visual pagi
menelanjangi pelupuk mata batin yang lusuh
Seiring lebah menyelam di langit merah
Gelombang dan langit pun sama
kelihatan merah dan marah
Memuntahkan waktu di bibir dua sisi menipu
Arahku kusut terengah
Pengantar pesan maut menjeru,
pengarah bayang-bayang satu meter meniru
pada cahaya temaram dipeluk malam usai
disalahpahami oleh dinding-dinding pengiri
menggulung adil hingga lenyai
dan menggrogoti jari-jari di depan yang terjangkang
Peluang jenjam 'kan mengada
absennya tekanan memburu tampang punca punat
mengetuk jendela keharmonisan
Tatkala ku mengaum pada negeri ini
Cih,
jejak pengantar tertusuk duri
Jangan menghunuskan duri pada puaka
Biar, bakar hingga kering
Tenang pun terlahir dalam doa
Biarkan doa itu berteriak ke angkasa
Yohane Novelia
15 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ucapan anda adalah cermin perilaku anda.
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.